Tentang kami
IKLIM, kepanjangan dari Inisiatif Kebudayaan, Lingkungan, Informasi, dan Media, adalah kolektif pelaku seni budaya dan pegiat kreatif di Indonesia yang percaya seni dan budaya bisa mendorong aksi nyata untuk bumi dan masa depan yang lebih berkeadilan dan lestari.
Didirikan pada 2023 oleh Sergina Loncle, Ewa Wojkowska, dan Gede Robi, IKLIM berangkat dari keyakinan bahwa karya kreatif mampu menyentuh hati dan menumbuhkan kepedulian yang terwujud dalam aksi nyata sehari-hari. Kini, IKLIM terus bertumbuh bersama puluhan pelaku seni budaya dan mitra di seluruh Indonesia.
Kenapa seni & budaya?
Sains dan data iklim sangat krusial, namun tidak selalu cukup untuk menggerakkan hati. Musik, cerita, dan karya kreatif hadir untuk menjangkau perasaan dan kedekatan emosional. Ketika isu iklim terasa dekat dan personal, ruang dialog akan terbuka luas, menjadi obrolan sehari-hari, melahirkan kesadaran baru, dan tumbuh subur sebagai bagian dari budaya hidup kita.
Visi
IKLIM membayangkan masa depan Indonesia yang sadar iklim, hidup berkeadilan, dan bumi yang lestari.
Misi
Menumbuhkan budaya aksi iklim dengan merajut kerja dan karya bersama pelaku seni budaya.
Nilai kami
Berkeadilan
Kami berpihak pada keadilan iklim dan transisi yang adil, terutama bagi komunitas yang paling terdampak krisis iklim.
Berintegritas
Narasi dan karya kami selalu berjalan beriringan dengan data sains yang kredibel serta tindakan nyata di lapangan.
Intensional
Setiap kolaborasi dan karya dirancang dengan tujuan yang jelas, bertanggung jawab, serta tidak membawa dampak negatif terhadap bumi dan sesama.
Inklusif
Kami berkomitmen merawat ruang yang aman dan setara bagi beragam suara, lintas disiplin, gender, serta latar belakang.
Pilar kerja
IKLIM menumbuhkan budaya aksi iklim dengan merajut kerja dan karya bersama pelaku seni budaya, merawat budaya sebagai ruang bersama yang membentuk apa yang kita pedulikan, apa yang kita yakini, dan apa yang kemudian menjadi kebiasaan sehari-hari. Empat pilar yang menjadi landasan setiap langkah kami:
Kebudayaan
Mengaitkan isu iklim dengan ekspresi kreatif dan pengalaman kolektif untuk membangun koneksi emosional yang mendalam di masyarakat.
Lingkungan
Mendasarkan narasi pada realitas lingkungan, konteks lokal, prinsip regeneratif, serta komitmen terhadap keadilan iklim bagi bumi dan sesama.
Informasi
Memastikan narasi tetap kredibel dan berbasis bukti ilmiah yang kuat guna meminimalkan risiko misinformasi.
Media
Menyebarkan narasi secara konsisten melalui saluran tepercaya, mulai dari musik, film, dan podcast hingga kampanye digital, untuk memperluas skala dampak gerakan.
Area kerja
Cara pilar-pilar di atas diterjemahkan ke dalam kerja dan karya kami.
Budaya & Seni
Menanamkan tema iklim dalam musik, seni, dan cerita untuk menciptakan resonansi emosional yang lekat.
Kehidupan Sehari-hari
Merawat kebiasaan ramah iklim, mulai dari pilihan makanan, mobilitas, hingga penggunaan energi, lewat pengalaman budaya sehari-hari dan ruang festival.
Komunitas
Menghubungkan komunitas kreatif dan tradisi lokal untuk memperkuat identitas serta norma kepedulian bersama.
Advokasi
Memperkuat suara pelaku seni budaya tepercaya dalam wacana publik, menjembatani cerita dengan solusi iklim yang nyata dan berbasis bukti.
Apa yang IKLIM sudah bangun
Music Declares Emergency Indonesia
Mendirikan Music Declares Emergency Indonesia, chapter pertama di Asia.
50+
musisi dan pelaku seni budaya bergabung kolektif
50+
lagu tentang isu iklim & lingkungan dirilis melalui Alarm Records
50+
kemitraan bersama organisasi, komunitas, dan industri musik
10+
festival musik dan kebudayaan yang bertanggung jawab
Penggerak
IKLIM menjadi ruang temu bagi beragam penggerak dari latar belakang dan lintas disiplin, mulai dari musisi, pelaku seni budaya, sastrawan, pegiat komunitas, peneliti, praktisi komunikasi, hingga pegiat HAM, sosial, dan lingkungan. Bersama-sama merajut kerja dan karya kreatif untuk menumbuhkan aksi nyata bagi bumi dan masa depan yang lebih berkeadilan dan lestari.
Dewan Pembina
Dewan Pengawas
Tim Operasional
